Public Class Form1
Private Sub Form1_Load(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles MyBase.Load
Dim i As Integer
For i = 1 To 5
no.Items.Add(i)
Next
kode.Items.Add("1")
kode.Items.Add("2")
kode.Items.Add("3")
lv.Columns.Add("NO", 50, HorizontalAlignment.Center)
lv.Columns.Add("Kode", 50, HorizontalAlignment.Center)
lv.Columns.Add("Jenis Pelanggan", 150, HorizontalAlignment.Left)
lv.Columns.Add("Beban", 70, HorizontalAlignment.Left)
lv.Columns.Add("Harga", 100, HorizontalAlignment.Left)
lv.Columns.Add("Pemakaian", 100, HorizontalAlignment.Center)
lv.Columns.Add("Pembayaran", 100, HorizontalAlignment.Left)
lv.View = View.Details
lv.GridLines = True
lv.FullRowSelect = True
End Sub
Private Sub kode_SelectedIndexChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles kode.SelectedIndexChanged
Select Case kode.Text
Case "1"
jp.Text = "Rumah"
beban.Text = 25000
harga.Text = 3000
Case "2"
jp.Text = "Tokoh"
beban.Text = 50000
harga.Text = 5000
Case "3"
jp.Text = "Pabrik"
beban.Text = 100000
harga.Text = 10000
End Select
End Sub
Private Sub pemakaian_TextChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles pemakaian.TextChanged
pembayaran.Text = Val(beban.Text) + Val(harga.Text) * Val(pemakaian.Text)
End Sub
Private Sub Button1_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button1.Click
Dim list As New ListViewItem
list.Text = no.Text
list.SubItems.Add(kode.Text)
list.SubItems.Add(jp.Text)
list.SubItems.Add(beban.Text)
list.SubItems.Add(harga.Text)
list.SubItems.Add(pemakaian.Text)
list.SubItems.Add(pembayaran.Text)
lv.Items.Add(list)
End Sub
Private Sub Button2_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button2.Click
no.Text = ""
kode.Text = ""
jp.Text = ""
beban.Text = ""
harga.Text = ""
pemakaian.Text = ""
pembayaran.Text = ""
End Sub
Private Sub Button3_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button3.Click
End
End Sub
Private Sub Button4_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button4.Click
lv.Items.Clear()
End Sub
End Class
Minggu, 29 November 2015
Rabu, 25 November 2015
Visual Basic .NET 2003 (VB 7.1)
Selanjutnya, pada bulan Maret 2003, Microsoft pun merilis lagi versi yang lebih baru dari Visual Basic .NET, Visual Basic .NET 2003. Versi ini berisi beberapa perbaikan dibandingkan dengan versi sebelumnya, dan aplikasi yang dibuatnya dapat berjalan di atas .NET Framework versi 1.1. Fitur yang ditambahkan adalah dukungan terhadap .NET Compact Framework dan mesin wizard upgrade VB6 ke VB.NET yang telah ditingkatkan. Peningkatan yang lainnya adalah peningkatan pada performa dan keandalan dari Integrated Development Environment (IDE) Visual Basic itu sendiri, dan juga runtime engine.Visual Basic .NET 2003 tersedia dalam beberapa jenis cita rasa: Professional, Enterprise Architect dan Academic Edition. Khusus untuk Visual Basic .NET 2003 Academic Edition, versi tersebut didistribusikan secara gratis untuk beberapa sekolah di dalam setiap negara; versi Professional dan Enterprise Architect merupakan produk komersial.
Visual Basic 2005 (VB 8.0)
Setelah itu, Microsoft pun berkonsentrasi dalam mengembangkan Microsoft .NET Framework 2.0, dan tentunya alat bantu untuk membangun program di atasnya. Hingga pada tahun 2005, mereka pun merilis versi terbaru dari Visual Basic .NET, yang kali ini disebut dengan Visual Basic 2005 (dengan membuang kata ".NET"), bersama-sama dengan beberapa aplikasi pengembangan lainnya.Untuk rilis 2005 ini, Microsoft menambahkan beberapa fitur baru, di antaranya adalah:
- Edit and Continue
Fitur ini sebelumnya terdapat di dalam Visual Basic, akan tetapi dihapus di dalam Visual Basic .NET. Dengan keberadaan fitur ini, para programmer dapat memodifikasi kode pada saat program dieksekusi dan melanjutkan proses eksekusi dengan kode yang telah dimodifikasi tersebut. - Evaluasi ekspresi pada saat waktu desain
- Munculnya Pseudo-Namespace "
My", yang menyediakan:- Akses yang mudah terhadap beberapa area tertentu dari dalam .NET Framework yang tanpanya membutuhkan kode yang sangat signifikan.
- Kelas-kelas yang dibuat secara dinamis (khususnya
My.Forms).
- Peningkatan yang dilakukan terhadap konverter kode sumber dari Visual Basic ke Visual Basic .NET.
- Penggunaan kata kunci (keyword)
Using, yang menyederhanakan penggunaan objek-objek yang membutuhkan pola Dispose untuk membebaskan sumber daya yang sudah tidak terpakai. - Just My Code, yang menyembunyikan kode reusable yang ditulis oleh alat bantu Integrated Development Environment (IDE) Visual Studio .NET.
- Pengikatan sumber data (Data Source binding), yang mampu mempermudah pengembangan aplikasi basis data berbasis klien/server.
Bahasa Visual Basic 2005 memperkenalkan fitur-fitur baru, yakni:
- Bawaan .NET Framework 2.0:
- Generics
- Partial class, sebuah metode yang dapat digunakan untuk mendefinisikan beberapa bagian dari sebuah kelas di dalam sebuah berkas, lalu menambahkan definisinya di lain waktu; sangat berguna khususnya ketika mengintegrasikan kode pengguna dengan kode yang dibuat secara otomatis.
- Nullable Type
- Komentar XML yang dapat diproses dengan menggunakan beberapa alat bantu seperti NDoc untuk membuat dokumentasi secara otomatis.
- Operator overloading
- Dukungan terhadap tipe data bilangan bulat tak bertanda (
unsigned integer) yang umumnya digunakan di dalam bahasa lainnya.
Visual Basic 9.0 (Visual Basic 2008)
Versi ini merupakan versi terbaru yang dirilis oleh Microsoft pada tanggal 19 November 2007, bersamaan dengan dirilisnya Microsoft Visual C# 2008, Microsoft Visual C++ 2008, dan Microsoft .NET Framework 3.5.Dalam versi ini, Microsoft menambahkan banyak fitur baru, termasuk di antaranya adalah:
- Operator If sekarang merupakan operator ternary (membutuhkan tiga operand), dengan sintaksis
If (boolean, nilai, nilai). Ini dimaksudkan untuk mengganti fungsiIIF. - Dukungan anonymous types
- Dukungan terhadap Language Integrated Query (LINQ)
- Dukungan terhadap ekspresi Lambda
- Dukungan terhadap literal XML
- Dukungan terhadap inferensi tipe data.
- dukungan terhadap 'LINQ'
Hubungan dengan Visual Basic klasik
Apakah Visual Basic .NET dianggap sebagai sebuah versi Visual Basic atau benar-benar bahasa yang berbeda merupakan sebuah topik perdebatan yang hangat. Hal ini dikarenakan sintaksis bahasa Visual Basic .NET tidak mengalami perubahan yang sangat drastis, dan hanya menambahkan beberapa dukungan fitur baru seperti penanganan eksepsi secara terstruktur dan ekspresi yang bisa di-short-circuit-kan. Dua perubahan tipe data pun terjadi saat berpindah ke Visual Basic .NET. Dibandingkan dengan Visual Basic 6.0, tipe dataInteger
yang dimiliki oleh Visual Basic .NET memiliki panjang dua kali lebih
panjang, dari 16 bit menjadi 32 bit. Selain itu, tipe data Long
juga sama-sama berubah menjadi dua kali lipat lebih panjang, dari 32
bit menjadi 64 bit. Bilangan bulat 16-bit dalam Visual Basic .NET
dinamakan dengan Short. Lagi pula, desainer GUI Windows Forms
yang terdapat di dalam Visual Studio .NET atau Visual Basic .NET
memiliki gaya yang sangat mirip dengan editor form Visual Basic klasik.Jika sintaksis tidak banyak yang berubah, lain halnya dengan semantik, yang berubah secara signifikan. Visual Basic .NET merupakan sebuah bahasa pemrograman yang mendukung fitur "Bahasa Pemrograman Berorientasi Objek" secara penuh, karena memang didukung oleh arsitektur Microsoft .NET Framework, yang mengandung kombinasi dari Common Language Runtime dan Base Class Library. Visual Basic klasik, hanya merupakan sebuah bahasa pemrogaman berbasis objek, yang berjalan di atas arsitektur Component Object Model (COM).
Perubahan ini telah mengubah banyak asumsi tentang hal yang benar yang harus dilakukan dengan mempertimbangkan performa dan kemudahan untuk dipelihara. Beberapa fungsi dan pustaka perangkat lunak, yang ada di dalam Visual Basic klasik, kini tidak terdapat di dalam Visual Basic .NET; mungkin masih banyak yang masih terdapat di dalam Visual Basic .NET, tapi tidak seefisien apa yang ditawarkan oleh .NET Framework. Bahkan jika program Visual Basic klasik bisa dikompilasi dengan benar, sebagian besar program Visual Basic klasik harus melalui beberapa proses refactoring untuk mengadopsi fitur bahasa baru secara keseluruhan. Dokumentasi untuk ini pun tersedia di situs Microsoft[2].
Contoh Pemrograman
Contoh program sederhana dalam bahasa Visual Basic .NET yang dipakai untuk menghitung jumlah pembayaran darim_item buah barang dengan harga m_price per item ditambah 5% pajak penjualan: [3]. Dim m_item, m_price, tax, total As double
m_item = double.Parse(textBox1.Text)
m_price = double.Parse(textBox2.Text)
tax = 0.05
total = m_item * m_price * (1 + tax)
label5.Text = total.ToString()
MessageBox.Show("Well Done.")
CheckBox dan ComboBox untuk menghitung jumlah kredit mata kuliah yang diambil oleh seorang mahasiswa (masing-masing mata kuliah = 3 kredit):Dim total As Integer
total = 0 ' awal dari jumlah kredit total
If (CheckBox1.Checked = True) Then 'boleh memilih semua checkbox
total += 3
End If
If (CheckBox2.Checked = True) Then
total = total + 3
End If
If (CheckBox3.Checked = True) Then
total = total + 3
End If
If (ComboBox1.SelectedIndex = 0) Then 'hanya bisa memilih satu
total = total + 3
ElseIf (ComboBox1.SelectedIndex = 1) Then
total = total + 3
ElseIf (ComboBox1.SelectedIndex = 2) Then
total = total + 3
End If
Label3.Text = CStr(total) ' hasil kredit total yang diambil
7 Cara Asyik Belajar Pemrograman Java
Java memiliki kekakuan, karena sintaks verbose tidak dapat dipersingkat dengan mudah. Fleksibilitas dan pemeliharaan kadang harus dikorbankan untuk struktur dan konsistensi coding. Bagi pembaca yang belum merasakan pemrograman berorientasi objek akan menjadi kendala dalam belajar bahasa pemrograman ini. Namun masalah tersebut bisa diatasi dengan 7 cara asyik belajar pemrograman Java berikut:
1. Belajar via online
Asyiknya belajar dengan cara ini, pembaca tidak perlu menginstall IDE[1]. Langsung coding dan compile, pembaca sudah bisa melihat hasilnya. Dilengkapi dengan tutorial yang interaktif, pembaca akan lebih mudah untuk memahami class dalam Java. Pembaca tinggal memilih chapter, dan mengikuti intruksinya. Ini dia penyedianya tutorialspoint dan learn java online.
2. Belajar by doing
Jika pembaca pernah mencoba untuk melatih skill pemrograman Java secara otodidak dan belum merasakan tantangan didalamnya. Pembaca bisa memecahkan tantangan asyik yang diberikan oleh situs programmingbydoing. Lebih dari 2000 sekolah sudah mencoba tantangan ini. Dengan gaya problem solving, pembaca bisa menguji skill yang sedang dikuasai.
3. Belajar via video
Dengan belajar lewat konten video akan lebih asyik dan mudah diserap karena dijelaskan dengan memuat banyak unsur multimedia. Dibandingkan belajar lewat buku yang menampilkan teks dan gambar saja bisa memakan waktu yang banyak untuk memahaminya. Apalagi kadang pembaca sibuk dan banyak hal yang harus dikerjakan. Pembaca bisa menikmati jutaan video mengenai pemrograman Java pada situs youtube, vimeo dan lain-lain. Dan salah satu channel video tutorial pemrograman Java paling dikenal adalah NewBoston.
4. Kursus Online
Pembaca kadang tidak paham mengenai penjelasan di buku pemrograman Java, apalagi sintaks yang relatif sulit dipahami. Hal ini bisa diatasi dengan mengikuti kursus online mengenai pemrograman Java. Dengan kursus online, pembaca bisa langsung bertanya pada lecture dan berdiskusi dengan peserta lain. Salah situs penyedia kursus online pemrograman Java adalah Udemy. Lebih dari 47,000 peserta mengikuti kursus ini. Selain Udemy, kursus online yang lain adalah eLearning Rakyat yang digagas oleh Pak Onno W. Purbo. Di situs tersebut juga terdapat kursus online pemrograman Java.
5. Belajar dengan animasi
Yang lebih asyik lagi adalah belajar pemrograman Java dengan animasi. Situs Greenfoot menyediakan animasi untuk belajar pemrograman Java. Didalamnya terdapat coding yang dipasangkan dengan animasi agar program lebih mudah dipahami. Pembaca juga bisa berdiskusi, sharing dan berhubungan langsung dengan komunitas antara pengguna, dari peserta maupun guru. Model animasinya didesain agar pemrograman jadi lebih mudah dengan animasi dua dimensi. Pembaca bisa mengunduh animasinya untuk sistem operasi Linux, Mac dan Windows.
6. Belajar bareng teman
Saat mendengarkan penjelasan guru atau dosen kadang malu bertanya, padahal masih bingung mengenai materi pemrograman Java. Di dalam kelas pasti ada yang jago coding Java, jika anda menemuinya maka ajaklah teman anda tersebut agar belajar bersama. Biasanya dia menolak diajak belajar bareng. Kalau mendapat kondisi tersebut, bawalah sesuatu yang dia sukai. Misalkan dia suka martabak manis. Bawalah dua atau tiga bungkus martabak manis dan ajak lagi, kemungkinan besar pasti diterima. Pembaca bisa belajar dan leluasa bertanya tentang soal pemrograman java seharian penuh bareng teman. Coding sambil ngopi bareng teman, asyik bukan.
7. Belajar bareng komunitas
Komunitas ada yang online juga ada yang offline. Kalau yang online, pembaca bisa temukan komunitas pemrograman Java di Kaskus, Grup Facebook dan forum lain. Sedangkan yang komunitas offline, pembaca bisa gabung grup pemrograman Java di wilayah sekitar pembaca. Dengan belajar bareng, pembaca akan mendapat resource lebih mengenai pemrograman Java. Selain itu juga bisa mendapat pekerjaan terkait pemrograman Java. Asyik bukan, sudah dapat materi, dapat kerjaan lagi...
Langganan:
Postingan (Atom)
